Kirab Tenong Kemakmuran Hasil Bumi Desa Sirukun

Kalibening

Kirab Tenong Kemakmuran Hasil Bumi Desa Sirukun

    BANJARNEGARA, Lebih dari 700 tenong atau wadah berbentuk bulat dari anyaman bambu yang berisi makanan dikirab oleh warga Desa Sirukun kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara, Kirab itu digelar di desa sirukun wujud syukur atas rezeki hasil bumi sekaligus mengadakan ruwat bumi yang di selengarakan di lapangan desa sirukun.Saat bulan Dzul qoidah masyarakat sejak dulu melakukan ruwat bumi atau ruwat desa yang telah memberi rezeki kepada warganya,” kata Kepala Desa Sirukun yaitu Bapak Karpi. Rabu 31/5/2023.

    Para Bapak,ibu serta anak-anak mengikuti kegiatan berjalan berarak menyunggi tenongan sekitar pukul 09.00 Wib menyusuri jalanan desa menuju lapangan. Mereka mengenakan kebaya dan juga kain jarik. Di dalam tenong tersebut terdapat 10 hingga 12 takir atau wadah makanan berbahan daun pisang. Makanan yang disajikan di dalam takir berupa nasi putih, lauk-pauk berupa ikan, telur, dan ayam, serta lalaban atau sayur-sayuran seperti kacang panjang juga timun. Ada pula ubi rambat,ubi kayu jagung, talas,pisang dan hasil bumi lainya.


Sesampainya di lapangan, tenong ditata di tengah-tengah dan kemudian mereka berdoa bersama. Setelah itu, mereka saling menukar takir dan membagikannya kepada sesamanya yaitu warga lainnya dan anak-anak SD yang baru saja pulang sekolah. Mereka pun kemudian makan bersama di sana. “Takir itu memiliki makna menata pikiran. Jadi di tahun baru ini kita menginstropeksi diri dan mengevaluasi apa yang hendak dilakukan ke depan,” tutur Camat kalibening Dampak Firmansyah.

    Supriyati (53) warga dari RT 2/RW 5 menyampaikan, tradisi ini sudah berlangsung lama dan dia bersama anaknya menyiapkan takir sejak subuh agar dapat berbagi kemeriahan kepada sesama dalam kirab tenong ini. “Dulu biasanya takir dibuat per dusun, tetapi sekarang dilaksanakan bersama satu desa. Semoga semuanya menjadi lebih baik di tahun baru ini,” ujar Supriyati.p

    Kirab tenong ini merupakan rangkaian kegiatan untuk ruwat bumi dan pertunjukan wayang kulit yang akan di adakan pada hari Rabu malam kamis  untuk menyemarakkan kegiatan festival.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow